Finalisas Modul Interprofessional Education (IPE)

Finalisas Modul Interprofessional Education (IPE)

Suite Surabaya Hotel

Acara lokakarya dihadiri oleh :

  1. Wakil Rektor I
  2. Direktur Pendidikan
  3. Koordinator IPE
  4. Tim task force IPE
  5. Tim Modul IPE
  6. Panitia

 

Pembukaan oleh Direktur pendidikan

  • Finalisai dari penulisan modul IPE diharapkan betul-betul sudah disiapkan untuk implementasinya à sudah didisain pada rancangan Uji coba modul.
  • Karena ini merespon dari kebutuhan Pendidikan Tinggi pada saat ini karena semua sudah mengarah pada capaian pembelajaran yang komprehensip sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.
  • Mengapa dikembangkan program IPE karena berdasarkan pada perkembangan diluar saat ini, IPE sudah menjadi kebutuhan dan penciri bagi perguruan tinggi yang baik.
  • UNAIR mempunyai 3 bidang rumpun keilmuan yaitu :
  1. Health Sciences
  2. Life Sciences
  3. Social Sciences

Tetapi dilapangan bekerjanya berjalan sendiri-sendiri à untuk menjembatani hal tersebut harus ada multidisplin ilmu yang bisa diterapkan secara kolaborasi.

  • IPE menjawab kebutuhan tersebut pada saat ini yang dikembangkan pada rumpun bidang keilmuan kesehatan yang akan diterapkan pada fakultas :
  1. Kedokteran
  2. Kedokteran Gigi
  3. Farmasi
  4. Kesehatan masyarakat
  5. Psikologi
  6. Keperawatan
  • Luaran dari program IPE adalah modul yang terdiri atas 5 topik modul :
  1. NAPZA
  2. Keselamatan Pasien
  3. Penanggulangan Bencana
  4. Kejadian Luar Biasa
  5. HIV

Yang akan diimplementasikan pada semester ini, walaupun pada fakultas terkait punya struktur kurikulum yang berbeda à merupakan model implementatif untuk integrasi pada system pembalajaran di UNAIR.

  • Berharap IPE bisa dikembangkan pada bidang rumpun keilmuan yang lain misalnya social sciences maupun life sciences menjadi model terintegrasi sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan à menghasilkan lulusan yang komprehensip yang bisa berkoordinasi dengan profesi lain dengan multidisiplin keilmuan.
  • 5 modul IPE yang dihasilkan ini akan menjadi model dasar yang terstruktur yang menjadi modal dasar media strategi pembelajaran interproffesional education yang akan mengahasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan masyarakat yg selalu responsive terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

 

Pengarahan terkait lokakarya finalisasi modul oleh Koordinator IPE

  • Upaya dalam menyusun modul ini sudah dimulai dari awal tahun 2018 dengan topik yang sudah disepakati :
  1. NAPZA
  2. Keselamatan Pasien
  3. Penanggulangan Bencana
  4. Kejadian Luar Biasa
  5. HIV

Sudah berproses untuk memformulasi modul dalam waktu yang cukup lama sehingga paling tidak dalam lokakarya ini tinggal menyempurnakan modul yang sudah tersusun.

  • Untuk modul HIV pada saat ini sudah proses menyempurkan template modul mahasiswa yang siap untuk cetak.
  • Yang harus disempurnakan pada acara ini adalah template untuk modul tutor, yang pada saat ini sedang dibuatkan borang yang akan menjawab skenario kasus dari modul mahasiswa.
  • Bagian I untuk daftar isi pada modul mahasiswa ada perubahan à dari informasi umum menjadi Deskripsi Modul yang isinya adalah informasi tentang modul tersebut.
  • Kesepakatan oleh para Wadek I terkait untuk afiliasi yang akan dimasukkan dalam SKS
  • Bagian II untuk kompetensi disesuaikan dengan topik modul
  • Bagian III bahasan dan skenario kasus à pokok bahasan dan sub pokok bahasan dan skeario minimal 3 skenario dan deskripsi tugas à setara 2 sks.
  • Bagian IV evaluasi à evaluasi hasil yang bobotnya 100%.
  • Untuk HIV ada tugas akhir interproffessional plant.
  • Bagian V matriks kegiatan
  • Daftar pustaka.
  • Borang penilaian.

 

Diskusi (overview) dengan Warek I

  • Apakah IPE merupakan MK tersendiri?
  • Kalau bukan MK tersendiri maka ilmu ini akan diaplikasikan dimana, kapan?
  • Kalau dimasukkan dalam KKN maka harus diaplikasikan pada 1 semester lebih awal dari KKN à untuk menjadikan kebiasaan Internasional Education pada mahasiswa.
  • Pada saat ini UNAIR sudah harus mengimplementasikan kurikulum abad 21 à peran kita terkait dengan cetak generasi adalah memberikan corak keilmuan pada mahasiswa.
  • Kalau attach pada kurikulum maka harus dimasukkan pada MK elective yang implementasinya yg tanpa mengurangi kompetensi yang harus ditempuh mahasiswa sampai lulus à harus ada indentifikasi pada fakultas yang mempunyai MK elective.
  • Kalau implementasinya diluar kurikulum à bisa diimplementasikan dalam bentuk SKP yang nantinya bila dalam perjalanan ternyata banyak mahasiswa yang mengikuti dan merasa IPE itu menjadi kebutuhan maka bisa diimplementasikan dalam bentuk SKS.

 

Dr. Gadis

  • Berdasarkan brainstorming selama ini maka di Fakultas Kedokteran diputuskan untuk memasukkan dalam bentuk SKS yang diinsertkan pada saat profesi à dalam bentuk modul elective yang sudah ada di Fakultas Kedokteran kemudian diclaimkan menjadi muatan IPE.

 

Dr. Nyoman

  • FKM akan dimasukkan dalam bentuk SKS yang akan dilaksanakan sebelum mahasiswa KKN mungkin bisa berupa pembekalan KKN à MK prasyarat tetapi jumlah SKS perlu difikirkan.

 

Dr. Yulis

  • Satu tahun sudah berproses dan disimulasikan à di Fakultas Farmasi yang bisa adalah dimasukkan dalam program profesi dan KKN, dilakukan sebelum KKN dalam bentuk Blok.
  • Atau bisa dimasukkan dalam MK elective.

 

Presentasi Pleno Modul Penanggulangan Bencana

  • Modul yang telah disususn adalah modul pengeloalaan bencana.
  • Sasaran dari modul adalah pendidikan dokter, pendidikan dokter gigi, Ners, Apoteker, pendidikan gizi, dan Psikologi.
  • Diterapkan pada KKN yaitu semester V keatas à FK, FKG, Farmasi, FKM, Fpsi, FKp.
  • Metode yang akan diterapkan dalam pembelajaran e-learning, studi kasus, role play, table top simulation.
  • Deskripsi modul peanduan bagi mahasiswa dalam pengelolaan bencana yang interprofesional.
  • Kompetensi à kolaborasi interprofesional dalam pengelolaan bencana.

 

Presentasi Pleno Modul Keselamatan Pasien

  • Metode pembelajaran e-learning, tutorial, simulasi, studi kasus, diskusi kasus dengan pasien dan keluarga.
  • Skenario yang disiapkan diharapkan mahasiswa bisa berdiskusi dalam menjawab kasus yang dihadapi.
  • Untuk melakukan komunikasi efektif dengan memberi tugas simulasi dan diskusi dengan keluarga pasien.

Ada laporan KKN.

Related Post

Monev PMDSUMonev PMDSU

monitoring penerima beasiswa PMDSU batch III menghadirkan penerima beasiswa, promotor, KPS dan Direktorat Pendidikan sebagai pengelola beasiswa. Monev kali ini adalah lanjutan dari pertemuan Mei lalu. Prestasi Unair untuk batch